Saturday, October 29, 2011

TUGAS BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH


LAYANAN PEMBERIAN INFORMASI YANG TERDAPAT DI FAKULTAS PSIKOLOGI USU

1.      Bentuk bahan informasi yang terdapat di Fakultas Psikologi USU hanya mencakup 3 dari 4 bentuk yang ada yaitu: lisan, tertulis, dan program komputer. Informasi berbentuk lisan dapat berupa informasi yang di dapat dari dosen pembimbing akademik (misalnya, konsultasi mengenai pilihan mata kuliah yang akan diambil). Informasi bentuk tertulis dapat berupa informasi yang terdapat di mading (misalnya, informasi seminar, jadwal kuliah, jadwal ujian, lowongan kerja, dsb). Informasi bentuk program komputer dapat berupa informasi yang didapat di grup Facebook ataupun Portal USU.
2.      Tipe informasi tentang pendidikan (Educational Information) yang di dapat yaitu berupa informasi tentang seputar kampus dan Psikologi yang diberikan pada waktu Pekan Orientasi Mahasiswa Baru (POMB).
3.      Informasi tetang dunia pekerjaan (Vocational Information) yang didapat berupa ceramah atau kuliah di mata kuliah Psikologi Industri dan Organsisasi (PIO), misalnya mata kuliah Analisa Jabatan yang menguraikan klasifikasi jabatan beserta tugas-tugasnya. Pada mata kuliah Psikodiagnostik 3 (Wawancara) juga menguraikan tentang pedoman wawancara untuk melamar pekerjaan secara lisan.
4.      Informasi tentang proses perkembangan didapat di mata kuliah Psikologi Sosial (bagaimana hubungan sosial yang sehat), Psikologi Perkembangan (fase-fase kehidupan manusia), Psikologi Perkembangan Keluarga (penyesuaian diri dengan anggota keluarga), dsb.
5.      Pelayanan Bimbingan Individual seperti yang terdapat di P3M dimana terdapat konselor yang akan memberikan informasi kepada konseli (klien).
HARAPAN TERHADAP LAYANAN INFORMASI DI FAKULTAS PSIKOLOGI USU

1.      Bentuk informasi tertulis lebih up-to-date lagi, karena dalam buku petunjuk Psikologi (buku Ungu) terdapat data yang sudah tidak valid lagi/ tidak sesuai lagi dengan fakta yang sekarang.
2.      Bentuk informasi audiovisual tidak ada, sebaiknya dibuat untuk tambahan.
3.      Bentuk informasi program komputer, misalnya Portal yang sering salah mencantumkan nilai. Sebaiknya diperhatikan lagi agar informasi lebih jelas dan tahu kemana harus melapor jika terdapat kesalahan.
4.      Educational Information, misalnya informasi tentang beasiswa yang sebaiknya diinformasikan lebih lagi dan juga diberitahu tentang apa-apa saja persyaratan yang dibutuhkan.
5.      Sebaiknya juga dibuat Laboratorium Bimbingan Karier yang akan melayani mahasiswa untuk mendapatkan informasi pekerjaan apa yang dapat ditekuni setelah tamat dari Fakultas Psikologi USU.
6.      Kurikulum atau mata kuliah wajib atau pilihan juga sebaiknya dijabarkan dengan jelas. Jika perlu dibuat alur mata kuliah yang baru dan disosialisasikan ke mahasiswa atau di tempel di mading.

ASAS-ASAS LAYANAN BIMBINGAN "KONSELING"


A.    Asas-Asas Komunikasi Antarpibadi dalam Konseling
Pelayanan oleh konselor di institusi pendidikan terlaksana dalam interaksi pribadi dak komunikasi antarpribadi yang bercorak membantu dan dibantu (helping relationship), yang berlangsung secara formal dan dikelola secara profesional. Ciri-ciri dari hubungan antarpribadi yang dimaksud yaitu:
1.      Bermakna.
2.      Mengandung aneka unsur kognitif dan afektif.
3.      Berdasarkan saling kepercayaan dan saling keterbukaan.
4.      Berlangsung atas dasar saling memberikan persetujuan.
5.      Terdapat suatu kebutuhan di pihak konseli.
6.      Terdapat komunikasi dua arah.
7.      Mengandung strukturalisasi.
8.      Berasaskan kerelaan dan usaha untuk bekerja sama.
9.      Mengarah ke suatu perubahan pada diri konseli.
10.  Terdapat jaminan bahwa kedua partisipan merasa aman.

B.     Kondisi-Kondisi Eksternal dan Internal
Kondisi yang dimaksud disini adalah keadaan yang akan berpengaruh terhadap proses konseling dan terhadap hubungan antarpribadi yang berlangsung selama wawancara konseling.

1.      Kondisi-Kondisi Eksternal
Meliputi hal berikut:
a.       Lingkungan fisik.
b.      Penataan ruang.
c.       Bentuk bangunan ruang yang memungkinkan pembicaraan secara pribadi (privacy).
d.      Konselor berpakaian rapi.
e.       Kerapian dalam menata segala barang yang terdapat dalam ruangan.
f.       Penggunaan sistem janji.
g.      Konselor meyisihkan buku, catatan serta kertas di atas meja pada waktu seorang konseli datang untuk berwawancara.
h.      Tidak terpasang peralatan rekaman (alat rekaman audio atau video).

Hal-hal di atas merupakan suatu cara komunikasi secara nonverbal, yaitu menyampaikan pesan bahwa konseli dihormati dan dihargai sebagai pribadi yang berhak mendapat pelayanan manusiawi dan profesional.

2.      Kondisi-Kondisi Internal
a.      Di Pihak Konseli
Persyaratan yang harus dipenuhi demi keberhasilan konseling, yaitu:
ü  Keadaan awal
Sikap terhadap konselor sebagai pria dan wanita dari umur tertentu, kesan mengenai keahlian konselor dalam membantu dia, harapannya terhadap pertemuannya dengan konselor, kemiripan konseli dengan konselor dalam beberapa hal, dan kemampuan intelektual serta taraf kedewasaan.
ü  Berlakukanlah beberapa persyaratan yang menyangkut proses konseling secara langsung. Persyaratan ini merupakan prasyarat yang menentukan keberhasilan atau kegagalan konseling.

b.      Di Pihak Konselor
ü  Keadaan awal
Jenis kelamin dan umur tertentu, penampilan yang menarik atau tidak, penggunaan humor, dan kecenderungan untuk banyak melakukan gerakan motorik atau tidak.
ü  Persyaratan yang mendukung dalam komunikasi antarpribadi selama berwawancara konseling, yaitu: keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai kehidupan tertentu, pengalaman di lapangan, kemampuan menghadapi situasi yang belum tentu (ambiguity tolerance), kemudahan dalam berbicara mengenai diri sendiri (self-disclosure), konsep diri, dan refleksi atas diri sendiri (self-exploration).
ü  Persyaratan yang berhubungan langsung dengan komunikasi antarpribadi,  sebagaimana yang berlangsung dalam wawancara konseling, yaitu empati (emphaty), penghargaan dan perhatian (respect), dan integrasi antara sikap dan tindakan serta perkataan konselor (genuineness).

C.    Teknik-Teknik Konseling
1.      Teknik-Teknik Konseling yang Verbal
Teknik konseling yang verbal adalah suatu tanggapan verbal yang diberikan oleh konselor, yang merupakan perwujudan dari maksud, pikiran, dan perasaan yang terbentuk dalam batin konselor untuk membantu konseli.
      Teknik verbal dengan metode nondirektif (sedikit pengarahan) meliputi:
a.       Ajakan untuk Mulai
b.      Penerimaan/ Menunjukkan Pengertian
c.       Perumusan Kmebali Pikiran-Gagasan/ Refleksi Pikiran
d.      Perumusan Kembali Perasaan/ Refleksi Perasaan
e.       Penjelasan Pikiran-Gagasan/ Klarifikasi Pikiran
f.       Penjelasan Perasaan/ Klasifikasi Perasaan
g.      Permintaan untuk Melanjutkan
h.      Pengulangan Satu-Dua Kata
i.        Ringkasan/ Rangkuman

Teknik verbal dengan metode direktif (banyak pengarahan) meliputi:
j.        Pertanyaan Mengenai Hal Tertentu
k.      Pemberian Umpan Balik
l.        Pemberian Informasi
m.    Penyajian Alternatif
n.      Penyelidikan
o.      Pemberian Struktur
p.      Interpretasi
q.      Konfrontasi
r.        Diagnosis
s.       Dukungan/ Bombongan
t.        Usul/ Saran
u.      Penolakan
                          
2.      Teknik-Teknik Konseling yang Nonverbal
Perilaku nonverbal (Mehrabian, 1981) merupakan reaksi atau tanggapan yang dibedakan dari berbahasa dengan memakai kata-kata, misalnya eskpresi wajah, gerakan lengan dan tangan, isyarat dan pandangan mata, sikap badan, anggunakan kepala, berbagai gerakan tungkai kaki dan tangan.
      Yang merupakan teknik-teknik nonverbal meliputi:
a.       Senyuman
b.      Cara duduk
c.       Anggukan kepala
d.      Gerak-gerik lengan dan tangan
e.       Berdiam diri
f.       Mimik wajah
g.      Kontak mata
h.      Variasi dalam nada suara dan kecepatan bicara
i.        Sentuhan

DAFTAR PUSTAKA
Winkel, W. S & Sri, Hastuti. (2010). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.